Ads 468x60px

BEST SELLER |**Les Privat Desain Grafis (Coreldraw & Photoshop) 8xPertemuan @90 menit Hanya 500.000,- **Les Privat Ms.Office Tingkat Mahir 6x Pertemuan Hanya 650.000,- (12xPertm Rp 1.000.000,-) **Pendaftaran Rp. 100,000 **Telpon/ SMS Sekarang juga ke 083 848 157 399.

25 November 2013

MENGENAL ALLAH SWT


(Kajian QS al-Hadid ayat 1 dan 2)
PENGAJIAN AHAD PAGI, | Ustadz M. Munir, ST [1];
MNH-Landungsari 24 November 2013


A'udzubillaahi Minasy Syaithoonirrojiim
Bismillahirrohmaanirrohiim
Firman Allah dalam surat al-Hadid[57] ayat 1 dan 2:
     (1)
QS Al-Hadid1
Add caption
"1. Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah . Dan Dialah Yang Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

     (2)
QS Al-Hadid2
Add caption
2. Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu".

Sidang pembaca kaum muslimin yang dirahmati Allah, mari kita baca ulang makna dari surat Al-Hadid ayat 1 di atas:

“Bertasbih kepada Allah, siapa yang bertasbih kepada Allah?, yaitu
semua (apa saja) yang berada di langit dan di bumi. Dialah Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Artinya matahari bertasbih kepada Allah, bumi tempat kita berpijak ini bertasbih kepada Allah, bulan dan bintang-bintang bertasbih kepada Allah, Semua binatang yang di daratan, di angkasa dan di lautan bertasbih kepada Allah, semua tumbuhan yang besar yang kecil, yang hijau, yang kuning, merah, ungu, biru, coklat, semuanya bertasbih kepada Allah, Bertasbih disini adalah mensucikan Allah, maksudnya memahasucikan Allah, mengakui Allah suci, Allah bersih, Allah terlepas dari segala kelemahan, kekurangan, kebodohan, kenistaan, keburukan, kekhilafan, kekotoran, kejahatan, kemunafikan, kedzaliman, kebinatangan, kemalasan, kejelekan, kebakhilan, kemiskinan, kerewelan, ketidakadilan, kesombongan, kerakusan, kekasaran, kearoganan, kegoblokan, kekurangajaran, kepapaan, kebahayaan, kesempitan, keminderan, ketidakberdayaan, dan lain-lain sifat kekurangan dan kelemahan. Allah Maha suci, “Subhanalloh..!”. Dan apa saja yang ada di langit dan dipermukaan bumi, di lautan maupun yang diperut bumi bahkan seantero jagat raya ini telah dan senantiasa bertasbih mengakui kebesaran Allah.

Lalu apakan Anda (wahai manusia) termasuk juga yang didalamnya?...
Mengapa diriku bertanya demikian?, e-eh siapa tau saja justru kita makhluq yang bernama MANUSIA yang diciptakan oleh Allah dilengkapi dengan akal fikiran dan hati nurani dan berbagai indra yang luar biasa fungsinya ini jangan-jangan justru yang BERANI MEMBANGKANG, Ingkar, Kufur, Mokong, dan dzalim kepada Allah swt.

Buktinya?, ya ada yang dinamakan orang kafir, orang kufur, orang munafik, orang dzalim, orang biadab, dlsb. Ada kan?, sering dengar kan? Atau bahkan sering menyebutnya kan?. Sementara bukankah kita Gak pernah mendengar sebutan sumpah serapah tersebut melekan kepada binatang, tumbuhan apalagi material tanah dan bebatuan?. Swear saya sendiri setidaknya tidak pernah mendengar istilah.. buaya kafir, harimau kufur, sapi munafik, kera dzalim, tikus biadab. Apalagi bulan kurang ajar, bumi gak tau diri, matahari brensek, awan sialan, air bedebah, pohon pisang méngong atau ménclék..? never. Kenapa, karena mereka makhluq Allah yang selalu tunduk, bertasbih, mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah, menuruti hukum-hukum Allah atau Sunatullah (buka hukum-hukum alam, karena alam adalah makhluq dan alam hanya ciptaan Allah. Maka sunatullah ≠ hukum alam, tetapi sunatullah = hukum Allah).

Contoh alam semesta tunduk kepada kebesaran Allah antara lain: matahari rutin tiap pagi 1 jam setelah subuh terbit dari ufuk timur, dan ketika tiba waktu maghrib ia kembali ke peraduannya di ufuk barat, semenatara bumi berputar pada porosnya dan kembali ke titik perputarannya setiap 24 jam sekali sambil terus beredar bersama gugusan planet-planet tata surya ini beredar mengelilingi matahari dan lagi-lagi kembali ke titik peredarannya setiap 365 hari sekali. Demikian juga bulan berputar pada porosnya dan secara rutin mengelilingi bumi serta bersama-sama dengan bumi melakukan thawaf mengelilingi matahari, dimana di belakang dan di sekitar mereka ikut juga berjamaah yang namanya merkurius, venus, mars, yupiter, saturnus, uranus, neptunus dan pluto. Mereka semua planet-planet itu selalu bertasbih mengikuti ketentuan Allah (sunatullah) tanpa kenal lelah, tanpa mengeluh, tanpa banyak cing-cong.

Contoh lainnya adalah, perilaku air yang selalu mengalir menuju tempat-tempat yang lebih rendah, ini bukti air pun tunduk kepada ketetapan Allah. Meskipun ada juga air yang memancar ke atas, atau yang menguap dari permukaan air danau dan lautan yang lalu tersimpan beberapa saat pada gumpalan awan-awan di angkasa dan kemudian setelah banyak jumlahnya dan capek kesana-kemari mengikuti hembusan angin dan karenanya tumpahlah air dalam gumpalan awan itu sebagai air hujan. Pada siklus ini apakah air tidak menuruti hukum Allah yakni air mengalir menuju tempat yang lebih rendah?... Ooow, tentu bukan. Bukan begitu melihatnya. Proses  rajinair yang memancar maupun air yang menguap untuk menopang proses hujan adalah proses lain lagi yang amat pelik dan itu tidak begitu saja terjadi.

Tetapi padanya (pada HUJAN) itu sendiri air dan juga komponen lainnya pendukung hujan justru bertasbih memenuhi tugas dari Allah. Padanya ada malaikat yang ditugaskan oleh Allah untuk mengatur-menggerakkan-mengantarkan air yang semula di lautan berputar-putar fasenya dan lalu menjadi suguhan untuk manusia yang di daratan (maupun lautan) yang namanya HUJAN. Maka semakin jelas di sini, di proses terjadinya hujan ini, apa saja bertasbih kepada Allah. Pada hujan ada air, ada panas, ada awan, ada angin, ada awan, da tentunya ada puluhan atau ribuan (maaf saya tidak tau pasti berapa jumlah malaikan yang ditugaskan Allah untuk menghandle proyek paket hujan untuk satu waktu di satu daerah) dan juga pastinya ADA ALLAH. Sengaja saya tulis dengan huruf besar, biar kita tak gampang terlena dengan suguhan dan kemudian melupakan siapa yang memberikan suguhan tersebut.

Mari sedikit kita telisik siklus air yang terjadi pada proses HUJAN: Ada panas matahari yang dikirim dari ketinggian yang amat tinggi dari matahari ke permukaan laut lalu menjadikan air laut gerah dan lalu ia singgah menguap ke angkasa dan disambut oleh awan-awan yang bergelayut di lapisan atap-atap bumi tempat tinggal kita, Allah memerintahkan malaikat untuk menjalankan angin. Maka seketika angin berhembus meniupi gumpalan-gumpalan awan itu untuk dikirimkan ke tempat tujuan. Tujuannya mana?, jelas tidak ngawur, pengiriman oleh angin sudah jelas ada address atau alamatnya. Dikirim kemana?, diantar kemana?.. Jelas tidak seperti (maaf) Ayu Ting-ting yang mendapatkan alamat palsu sehingga tidak karuan dimana kemananya arah yang ditujunya. Bahkan guru kami, Habib Umar Muthohar dari Semarang punya istilah Ayu Ting-ting, ting-ting disini singkatan dari tingak-tinguk (bahasa Jawa) yang artinya tolah-toleh kesana kemari mencari-cari apa yang dicari (ya tinguk-tinguk mencari dimana kemana itu tadi).

Dah, kembali ke address yang dituju angin adalah tempat atau daratan yang memang dipilih Allah untuk diberi hujan. Ya, bisa kampung atau kota kita, bisa kampung sebelah, bisa pulau sebelah, bisa negeri sebelah dan lain sebagainya. Di situ ada sifat Maha Pengasih dari Allah swt (Ar-Rahman). Di situ ada maksud dan tujuan Allah memerintahkan angin untuk menghembuskan gumpalan awan yang mengandung air sebagai bakal hujan ke tempat dengan calon pengambil manfaat hujan yang telah dituju dan diridhai oleh Allah swt. Maka ada kalanya di kampung sebelah, kota sebelah, daerah sebelah sudah turun hujan sementara di tempat kita masih kering kerontang. Hal itu mungkin di kampung, kota, daerah sebelah penghuninya rajin beribadah sementara di kampung kita penghuninya kufur dan maksiat kepada Allah swt. Atau bisa juga di daerah kita lebih dulu dikirimi hujan yang lebat dengan debit berlimpah sementara di daerah lain hanya hujan biasa atau cukup gerimis saja. Masalahnya adalah, kiriman paket hujan yang dikirim ke daerah kita kelewat besar melebihi kapasitas daya resap tanah dan juga melebihi volume sungai untuk mengantarkan air menuju ke sungai besar dan lalu menuju muara di tepi laut, maka jadinya bukan hujan rahmat yang dikirimkan kepada kita melainkan paket hujan tersebut disiapkan oleh Allah sebagai peringatan dan adzab bagi kita. Kenapa?, jawab sendiri saja..!. Boleh jadi seperti argumen sebelumnya penghuni di daerah kita rajin maksiat menentang Allah sementara di daerah lain rajin beribadah menyembah Allah, atau sebaliknya di daerah kita penghuninya malas beribadah menjalankan kewajiban yang diberikan oleh Allah sementara penghuni di daerah lain senantiasa
Kebalikannya bukan kita baik mereka buruk, tetapi kebalikannya kita maksiatnya joss ibadahnya kosong-melompong. Basa Jawanya “ganok apik’e babar blas...!

Kembali ke inti pembahasan, semua makhluq dimuka bumi di kolong langit ini bertasbih mensucikan asma Allah, mengakui dan kebesaran dan kekuasaan-Nya, hanya iblis-syetan dan manusia yang memperturutkan hawa nafsunya saja yang melakukan pembangkangan, penentangan, kedaliman kepada Allah swt. Na’udzubillahi min dzalik. Kita berlindung kepada Allah (dengan mengharap rahmat dan kasih sayangnya) agar kita tidak terbujuk godaan syetan dan termasuk orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu. Mari kita introspeksi diri kita, kita kritisi diri kita sendiri, kita protes-kita demo diri kita sendiri kalau sampai kita tidak bertasbih kepada Allah, tidak mengakui (=meragukan) kebesaran dan kekuasaan Allah, kita tak lebih baik dari binatang ternak sementara kita diciptakan oleh Allah sebagai makhluq yang lebih sempurna daripada binatang. Kalau kita sampai dzalim, menentang dan membangkang kepada Allah ini tentu
 amat mengherankan..!. Bahasa sonetanya ..”TERLALU..!!”

Dialah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Jelas tanpa syak atau ragu sedikit pun.
Wallohu a’lam bishowab.

..(Bersambung)


[1] Penulis adalah Takmir dan juga Imam Masjid Nurul Huda Landungsari, Sarjana Teknik Pengairan Universitas Brawijaya Malang.

0 komentar:

Posting Komentar

 

IKLAN ANDA

AFIDA Bimbel ANAK SHOLEH-SHOLEHAH

Kami merima les privat Semua Mata Pelajaran untuk SD-MI SMP-MTs areal Malang Kota, Singosari, Dinoyo, Sengkaling dan Karangploso.

Spesialisasi BAHASA INGGRIS, IPA, MATEMATIKA, BAHASA ARAB dan BACA AL-QURAN.

Biaya cukup murah, Hanya 25Rb/Pertemuan (1,5-2 jam)

Bapak/Ibu Minat, Hubungi 085 646 723 250 (Afida)


SPACE IKLAN ANDA

Hanya 25.000/BULAN (Promo s/d Maret 2014) Call/sms now 083 848 157 399

INTERNET itu MUDAH

LES PRIVAT KOMPUTER SEGALA USIA

LBB SIMETRIKA-22 | 083848157399 | 0341-5376622

| Paket Anak2 | Paket Lansia | Paket Executive | Paket Pedagang | Paket Pengusaha | Paket Kilat | Paket Buat Toko Online | Paket Internet Macam2 | Paket Komputer Pemula | Paket Mahasiswa | Paket SD-SMP-SMA |

Alamat : Jl. Tirto Taruno 22A Landungsari Dau Malang - www.the-egd.blogspot.com emmun_sim22@yahoo.com