4 YANG DIKHAWATIRKAN
www.masmunirmlg.blogspot.com
Bismillahirrohmaanirrohiiem,
Marilah kita senantiasa beramal kebajikan...
Sudahkah Saudara melakukan amal kebaikan di Ahad pagi ini?... Kalaupun sudah seperti dengan Jamaah Sholat Subuh, Dzikir pagi, Bermajlis ilmu, atau dengan Sholat Dhuhanya sekalian... bersyukurlah, semoga semuaya menjadi amal ibadah kita yang tersimpan rapi dan kelak semoga kita dipertemukannya oleh Allah swt menjadi pahala bagi kita, Allohumma Amiin.
Mengapa demikian?
Sebab, Meskipun sudah melakukan amal kebajikan
kita perlu takut/ khawatir atas 4 Hal, sebagaimana diterangkan oleh Syeikh Abu La'its As-Samarqandhi, yaitu :
1) Takut tidak diterima, karena Allah swt berfirman (QS. Al-Ma'idah : 27) :
"Sesuggguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertaqwa"
2) Takut riya' (pamer) dan juga sum'ah (dicerita-ceritakan), karena Allah swt berfirman (QS. Al-Bayyinah :5) :
"Padahal mereka hanya diperitahkan menyembah Allah dengan ikhlash menta'atiNya semata-mata karena (menjalankan) agama..."
3) Takut akan keselamatan dan pemeliharaan, karena Allah berfirman (QS. Al An'am : 6) :
"Barangsiapa datang dengan membawa amal kebajikan maka baginya akan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya"
Di sini dipersyaratkan bahwa kebajikan tersebut harus sampai hari kiamat di hari perhitungan amal (yaumul hisab)/
4) Takut kehinaan dalam taat, karena ia tidak tahuapakah apakah ia akan tetap mendapatkan taufiq (petunjuk batiniah) dari Allah atau tidak, karena Allah swt berfirman (QS. Hud :88) :
"Dan petunjuk yang aku ikuti itu hanya dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya pula aku kembali"
Teman-teman sekalian yang budiman, kalaulah yang telah melakukan amal kebajikan saja masih perlu khawatir atas apa yang telah dilakukannya, maka bagaimana lagi dengan yang berbuat kemaksiyatan??.
(Wallohu a'lam bishowab | Hanya Allah yang Maha Tau segalanya)




dalam beribadah, hambatan saya paling berat adalah menata hati dan niat. saya takut kalau yang saya lakukan bukan semata mata karena Allah. dan saya sering malu sama Allah karena saya sering merusak hidayah yang Allah berikan dengan melakukan perbuatan buruk lagi. padahal dalam setiap do'a saya, saya selalu meminta kepada Allah agar tidak menbutakan hati hamba setelah Allah memberi petunjuk. apa saran pak Munir tentang masalah saya ini. terima kasih.
BalasHapusSaudara Anonim hamba Allah yang baik, Saudara tinggal istiqomah saja dan tetap membina hati agar tetap menuju ridho Allah. Ketakutan kita kalau amal kita tidak karena Allah, rasa malu kita kepada Allah dan do'a mohon hidayah Allah yang selalu menyertai Saudara adalah modal dan sekaligus komitmen Saudara untuk senantiaasa bertaqwa kepada Allah.
BalasHapusKetika akan tergelincir kepada perbuatan dosa tanyakan pada diri Saudara apakah Allah ridha dengan perbuatan dosa Saudara. Tentu tidak bukan?, oleh karena itu kita hindari apa yang Allah tidak meridhainya.