SELAMATKAN DOKUMEN-KU
M.Munir | Malang | from www[dot]masmunir[dot]multiply[dot]com | 10 Desember 2012
Pada awal Desember 2012 kemarin email saya yang di Yahoo! menerima kiriman informasi bahwa sejak 1 Desember 2012 ini multiplay tidak lagi melayani / berfungsi sebagai media jejaring sosial, tetapi beralih fungsi untuk ajang marketing (atau lainnya, saya sudah lupa). Maka dari itu saya bermaksud untuk memindahkan (migrasi) postingan saya yang pernah saya buat di multiplay ke blog Blogspot ini.
Oke, berikut beberapa postingan yang saya maksudkan.
Selamat menyimak, membaca, mengikuti, dan mohon bersedia mengisi komentar dan umpan balik untuk
wahana komunikasi kita. Juga nge-klick g+ bagi yang punya akun di g+. Maturnuwun syukron katsiir semuanya...
*********************
ABOUT ME;
Jun 19, 2008Bismillahirrohmaanirrohiim (Sebuah kalimat yang paling indah untuk mengawali segala sesuatu yang baik) "Ketika secara vertikal, di mata Allah manusia yang paling mulia adalah manusia yang paling bertaqwa kepada-Nya; maka secara horizontal orang yang paling bermanfaat untuk orang lainnya adalah sebaik-sebaik manusia"
Kata kunci: arema, bisnis, buku, dakwah, dakwah islam, desain, desain grafis, honorer, ikatan alumni, malang, man malang i, munir, murah, pengurus alumni, penyuluh agama islam, percetakan, rajin membaca, reuni, reuni akbar, risalah qusyairiyah, santri, simetrika22, tanbihul ghafilin, tlogomas, undangan [ Show All Tags ]
*************************
PAI HONORER KAB MALANG
2008 Sep 25, '08 5:57 AM; untuk semuanyaPENYULUH AGAMA ISLAM HONORER
KABUPATEN MALANG ,
MELANGKAH ATAUKAH MENUNGGU?
Oleh : Muhamad Munir, ST.*)
Selasa, 23/09/08 kemarin para Penyuluh Agama Islam (PAI) Honorer se-Kabupaten Malang menghadiri undangan untuk mengikuti Pembinaan dari Kasi Penamas Kandepag Kabupaten Malang. Pembinaan itu sendiri berupa penjelasan status dan fungsi PAI Honorer, Pengisian Biodata, Cara pembuatan laporan kegiatan, sharing informasi oleh narasumber Ibu Ka Lapas Wanita Sukun-Malang, serta ‘yang utama’ penerimaan honor rapelan enam bulan untuk Januari s/d Juni 2008.
Dari semua kecamatan se kabupaten Malang, jumlah PAI yang terpilih ada 251 orang, dengan status Penyuluh Madya 115 orang dan Penyuluh Muda 136 orang. Adapun komposisi PAI wanita separuh dari jumlah penyuluh laki-laki.
Menurut Bp. Drs. Imam Turmudi, M.Ag (Kasi Penamas), Penyuluh Agama Isalm di lingkungan Depag ada dua macam, “Pertama, Penyuluh Agama Islam Fungsional, yang diangkat secara resmi oleh Negara. Yang ini SK-nya diteken oleh Menteri Agama. Kedua, Penyuluh Agama Islam Honorer, yang diteken oleh saya, undangannya. Undangané Thok”, kata pak Turmudi berkelakar.
Semula pembinaan Penyuluh Agama Islam ini akan dilaksanakan pada awal bulan Juli yang lalu, tapi karena ada pembinaan untuk Guru Agama Islam Honorer, maka untuk PAI Honorer diadakan pada akhir bulan September ini. Hal ini baik juga, bisa untuk tambahan sangu berhari raya. Insya-Allah pertemuan pembinaan semacam ini akan diadakan setiap tahun dua kali.
Sedangkan Bapak Drs. KH Musta’in, M.Ag, Kakandepag Kab. Malang menyampaikan bahwa istilah Honorer itu kurang tepat, yang lebih tepat adalah bisyaroh. Meski jumlahnya kecil tetapi mudah-mudahan barokah. Diharapkan, ke depan yang diberikan untuk para Penyuluh tersebut bisa lebih besar lagi. Tapi itu tergantung pengajuan ke pusat. Kakandepag juga menyadari bahwa para penyuluh yang hadir pada acara itu telah lama melakukan pembinaan moral dan keagamaan kepada masyarakat. Dimana tugas-tugas pembinaan moral masyarakat itu, jelasnya, adalah fungsi dan tugas Pemerintah cq Kandepag Kabupaten Malang.
Kepada para Penyuluh juga diharapkan untuk meningkatkan keihlasan dalam berdakwah serta tetap menjaga semangat, meskipun sudah tidak mendapatkan honor lagi.
Para PAI dengan latar belakang pendidikan mulai dari SR/SD, Pesantren hingga S-2 tersebut selama ini telah meluangkan waktu, pikiran dan tenaganya guna mendidik dan membina masyarakat terutama melalui pendidikan non formal. Ponpes, TPQ, Madin, Majlis Taklim, Kelompok Ngaji Tradisional, dan sebagainya, adalah wadah mereka mengajarkan agama dan pembinaan akhlaq kepada masyarakat.
Namun sayangnya, pemberian honor untuk PAI itu lebih bernuansa pemerataan saja. Walaupun belum bisa merata, mengingat dari satu kecamatan yang mendapatkan kesempatan menerima honor hanya sekitar 6 sampai 10 orang. Kemungkinan jumlah ini hanya meng-cover antara 2 – 5 % dari jumlah PAI yang berada di suatu Kecamatan. Sementara untuk tahun berikutnya kesempatan untuk mendapatkan honor tersebut dibatasi dan gantian dengan yang lainnya. Padahal beban pembinaan akhlaq kepada masyarakat tidak berhenti atau berganti, tetapi malah meningkat sejalan dengan pengaruh lingkungan yang semakin memprihatinkan dan tantangan jaman yang semakin maju.
Sementara di satu sisi, diantara para PAI yang menerima honor tersebut ada yang juga merangkap guru agama, atau merangkap sebagai Modin (Kaur Kesra) atau yang lainnya sehingga besar kemungkinan adanya ‘Double Counting’ atau mendapatkan honor rangkap. Di mana hal ini, menurut Kasi Penamas, hendaknya dihindari. Lain halnya menurut para PAI, yang mungkin menjadi pemikiran para Guru Ngaji atau para PAI tersebut.
Lain halnya kalau kita mau menengok dengan apa yang dilakukan oleh tetangga kita, Pemkot Batu misalnya. Di sana konon (Penulis belum mendapatkan informasi yang valid) setiap Guru TPQ atau Muballigh di Masjid atau Musholla atau Khotib Jum’at, Imam Masjid atau Takmir Masjid setiap bulannya menerima insentif dari pemkot Batu dengan jumlah dan intensitas serta kontinuitas yang lebih besar dibandingkan dengan apa yang diterima oleh PAI Kabupaten Malang. Memang tidak selalu tepat membandingkan antara Kabupaten Malang yang wilayahnya luas dengan kota Batu yang hanya terdiri atas tiga kecamatan.
Tapi, bukankan wilayah yang luas juga memberikan kontribusi yang luas pula kepada Pemerintah?. Akan tetapi, kalau pertanyaannya dibalik kepada para PAI sendiri, sampean memangnya mengajar TPQ atau berdakwah itu untuk mencari honor/ gaji atau untuk beribadah kepada Allah?. Wah, jadinya malah ruwet nih. Penulis menyadari, perdebatan ini jika diteruskan tidak akan mudah ditemukan ujung pangkalnya. Namun setidaknya, hal ini ke depan bisa menjadi pertimbangan tersendiri para aparat pemerintahan kita yang berkompeten untuk satu tujuan kebaikan atau kemaslahatan masyarakat atau umat.
Yang jelas, apapun yang mereka para Penyuluh Agama Islami hadapi dari honor tersebut ada atau tidaknya, ke depan meningkat atau malah tidak ada lagi, para Penyuluh Agama Islam tetap melangkahkan kaki untuk membina umat, mendidik santrinya, membina masyarakatnya. Adapun masalah honor, bisyaroh, insentif atau gaji sekalipun, kalau memang jatahnya akan sampai juga kepadanya, sehingga dia tinggal menunggunya. Bukankah terhadap rizki yang halal, mereka senantiasa memohon kepada Allah untuk bisa memperolehnya?.
Sekian, Wallahu A’lam Bishowab.
---------
*) Penulis (36 tahun), Anggota Sanggar Penulisan FLP Ranting UM, adalah Ketua Takmir Masjid dan Pembina Majlis Taklim Masjid Nurul Huda Landungsari Kecamatan Dau, dan salah satu PAI Honorer Kab. Malang Th 2008.
email: emmun_sim22@yahoo.com, http//:www.masmunir[dot]multiply[dot]com
Kata kunci: penyuluh agama islam, honorer, munir, malang, flp
************************************
KOLEKSI BUKU KLASIK
Sep 25, '08 6:01 AM;untuk semuanyaKOLEKSI BUKUKU BERTAMBAH LAGI
Muhamad Munir, ST.
Selasa, 23 September 2008 [The Diary]
Alhamdulillah, Buku-buku klasik referensi utama yang beberapa waktu lalu sempat aku damba-dambakan kini bisa kudapatkan.
Sebut saja, (1) Terjemah TANBIHUL GHAFILIN 1 dan 2 Karangan Abu Laits As-Samarqandi yang diterjemahkan oleh Drs. H. Muslich Shabir, MA. Terbitan PT. Karya Toha Putra Semarang, (2) RISALAH QUSYAIRIYAH Sumber kajian Ilmu Tasawuf, yang diterjemahkan oleh Umar Faruq Terbitan Pustaka Amani Jakarta, (3) Terjemahan TAFSIR IBNU KATSIR Juz 30 yang diterjemahkan oleh Bahrun Abu Bakar, Terbitan PT. Sinar baru Algensindo serta (4) Terjemah DURATUN NASIHIN Penerbit Mahkota Surabaya. Tapi sayang, untuk buku yang terakhir (Duratun Nasihin) tidak dituliskan Penulis atau Pengarang aslinya, malah yang menonjol Penerjemahnya (Ustadz Abu HF. Ramadlan, BA) serta Penerbitnya yang tidak jelas alamatnya dimana.
Syukurlah, buku-buku tebal dan tentunya harganya lumayan mahal itu aku dapatkan tanpa susah payah atau bisa dikatakan Gratis. Gratis, karena uang yang kudapat untuk membeli buku-buku tersebut adalah pemberian dari Pemerintah melalui Kandepag kabupaten Malang, melalui Paket Honor (Insentif) Penyuluh Agama Islam Honorer se Kabupaten Malang Tahun 2008. Honor yang diserahkan secara rapelan 6 bulan itu aku terima bersama 250 orang lainnya pada hari Selasa 23 September 2008 di Aula Kandepag Kabupaten Malang.
Sengaja aku membelanjakan uang insentif yang sebenarnya bisa mensupport kebutuhan Hari Raya Idul Fitri itu untuk membeli buku. Hal itu aku lakukan supaya uang yang aku dapat dari Honor Penyuluh Agama Islam itu bisa lebih bermanfaat dan lebih awet jika dirupakan buku. Bukankah buku-buku yang aku beli juga ada kaitnya dengan tujuan Dakwah Islamiyah. Belum lagi, buku-buku referensi utama itu harganya cukup mahal. Jadi, eman kalau diambil dari uang gaji bulanan. Harga empat buku tersebut sebesar Rp. 294.000,00, namun di Toko Buku Bayakub aku hanya membayarnya Rp. 230.000,00 saja. Sisanya, yang 64.000,00 didiskon. Alhamdulillah...
Bukan hanya karena klasiknya buku-buku tersebut, atau ketersediaan uang, maupun karena tebalnya buku-buku itu saja sebenarnya yang aku jadikan pertimbangan. Tetapi yang menjadi daya tarik utama kenapa aku ingin sekali memiliki buku-buku itu adalah karena kandungan isi atau substansi dari tulisan-tulisan di dalamnya.
Kitab Tanbihul Ghafilin yang artinya ‘Peringatan bagi rang-orang yang lalai’, berisikan antara lain: Bab Ikhlas dan Akhlaq-akhlaq terpuji lainnya, Bab keadaan neraka dan surga serta penghuninya masing-masing, Amar ma’ruf nahi munkar, Akhlaq-akhlaq tercela, Keutamaan Wudlu, Adzan dan Iqamah, Hari Jum’at, Masjid, Shodaqoh, Keutamaan Bulan Ramadhan serta delapan puluh tiga bab yang lainnya.
Kitab Risalah Qusyairiyah - Sumber kajian Ilmu Tasawuf, berisikan tentang kajian tasawuf dari Dasar-dasar Tauhid Menurut Kaum Sufi, Istilah-istilah Tasawuf, Ulasan tentang maqam-maqam atau Tingkatan jalan pendakian para Salik, Kondisi Rohani dan Karomah serta Bunga rampai qaul-qaul (hikmah) delapan puluh tiga tokoh sufi sepanjang masa.
Kitab Terjemahan TAFSIR IBNU KATSIR Juz 30. Kenapa dengan Juz 30?, Juz 30 atau lebih dikenal dengan Juz Amma adalah bagian al-Quran yang berisikan surat-surat pendek yang paling umum dibaca oleh kaum muslimin Indonesia terutama dibaca ketika sholat, selain surat-surat pendek itu sendiri kandungannya padat dan tuntas. Tafsir Ibnu Katsir Juz 30 terbitan PT. Sinar Baru Algensindo ini disajikan secara utuh atau lengkap tanpa adanya pengurangan oleh penerjemah atau penerbit, beda dengan yang diterbitkan oleh Penerbit Imam Syafi’i yang oleh tim penerjemahnya ada beberapa bagian yang dikurangi, dirubah-rubah dan ditambahkan pendapat mereka serta penonjolan Penerjemahnya daripada Pengarang (Mufassir) aslinya yaitu Al-Imam Abul Fida Ismail Ibnu Katsir Ad-Dimasyqi.
Kitab DURATUN NASIHIN, Mutiara Nasehat, Buku Bekal Juru Dakwah. Buku Terjemahan terbitan Mahkota setebal 1144 halaman ini lebih bagus daripada yang diterbitkan oleh Pustaka Jaya Surabaya. Kandungannya sangat lengkap termasuk hadits-hadits dan musnad serta pendapat para Ulama dan cendikia, memuat 75 bab mulai dari Fadlilah Bulan Ramadhan hingga Fadlilah membaca surat al-Ikhlas dan Basmallah. Di samping itu pada Terjemahan terbitan Mahkota itu khat Arabnya lebih bagus dan ditambahkan sedikit Catatan oleh Penerjemah atau Penerbit. Tapi sayang, menurutku, sangat tidak etis menerjemahkan buku yang sudah populer sejak jaman dulu kala itu tanpa menuliskan nama Penulis/ Pengarang aslinya.
Dengan hadirnya empat buku tersebut, semakin melengkapi koleksi buku-buku agamaku. Serta menambah daftar buku baru yang aku miliki yang aku beli beberapa hari yang lalu. Beberapa buku yang aku beli sebelumnya adalah: Mutiara Qalbu 1 dan 2 (Kumpulan Materi Kultum atau Ceramah) terbitan Pustaka AlHusna Baru (PAB), Bekerja Itu Bahagia (Kumpulan Tips untuk Sukses Pekerjaan di Kantor) penerbit Diksi, THE 10 MINUTES LIFE COACH penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Mengubah Derita Menjadi Bahagia penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, SITI NURHALIZA Tetaplah Jadi Bintang penerbit Taj Mahal, KASIDAH CINTA Jalaluddin Rumi penerbit Pustaka Jaya, Memahami Makna Holistik PUASA RAMADHAN penerbit Pyramid Pulisher, Menumbuhkan SIKAP PASRAH KEPADA ILAHI Karangan DR Yusuf Qardhawi penerbit AZAN, Rahasia DOA SAPU JAGAT penerbit Pustaka Pesantren, DONGENG SEBELUM TIDUR (Kumpulan Cerpen Rumah Dunia) penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, PARMIN (Kumpulan Cerpen Jujur Prananto) penerbit Kompas, dan JAWABAN PRAKTIS Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah penerbit LTN Kesan, dan Menjadi PENGUSAHA TANGGUH Anda Bisa Seperti Mereka penerbit Renaisan.
Buku-buku tersebut aku beli di stand pameran buku Yusuf Agency di Perpustakaan Umum Kota Malang, kecuali buku JAWABAN PRAKTIS Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah penerbit LTN Kesan aku beli di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Jalan Gading Pesantren Kota Malang. Oh iya, Yusuf Agency sendiri adalah agen penjual buku murah, dengan diskon yang sangat besar, dengan harga buku mulai Rp. 1.000, 3.000, dan paling banter seharga 80.000 rupiah sementara harga asalnya 5.000, 15.000 sampai 200.000 rupiah. Jelas kan kenapa juga aku suka memborong buku-buku di Yusuf Agency, karena harganya yang terjangkau. Dengan sedikit rupiah saja bisa mendapatkan beberapa buah buku. Sehingga dengan tiga puluh ribu saja aku bisa dapat enam hingga delapan judul buku.[ ]Kata kunci: buku, membaca, munir, tafsir, ibnu katsir, tanbihul ghafilin, risalah qusyairiyah, duratun nasihin, malang, rajin membaca
*************************
REUNI AKBAR MAN MALANG I
Jan 4, '09 9:44 AM; untuk semuanyaHari ini, Minggu, 4 Januari 2009, Para Alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Malang I "MAGESA" mengadakan perhelatan gede untuk pertama kalinya dalam tajuk "RUNI AKBAR" ALUMNI MAN MALANG I yang bertempat di Aula dan halaman MAN MALANG I, Jl. Baiduri Pandan No. 4 (Eks. Jl. Simpang TLogomas I/ 40) Malang.
Acara ini dihadiri sekitar 850 orang, baik dari Alumni angkatan 1988 sampai dengan para alumni termuda, angkatan 2008 kemaren.
Reuni Akbar ini bisa dibilang sukses, terlihat dari jumlah peserta yang hadir yang menunjukkan apresiasi dan respon yang besar dari para alumni. Kegiatan yang dikomandani oleh mas Sohan Yushani (Lulusan Tahun 1991) ini ke depan berharap kepada para alumnus MAN MALANG I di seantero jagad untuk bisa bergabung dalam IKATAN ALUMNI MAN MALANG I.
Kepengurusan 'IKAMANMAS' atau 'IKA MAGESA'' atau 'IKA ...' (give out your ideas) pada pertemuan ini memang belum terbentuk, namun ke depan, beranjak dari Reuni Akbar ini Kepengurusan IKa MAN MALANG I sangat di harapkan.
Mari, Saudara-saudari semua, yang punya ide, harapan, saran, dan lain sebagainya untuk ikut urun rembuk dalam mengawal terbentuknya kepengurusan tersebut.
"Selamat dan Sukses" buat para panitia yang telah berhasil mewujudkan Reuni Akbar kali ini, perhelatan yang setara selanjutnya, masih kita tunggu. Dan Sumbang saran, sumbang dana, sumbang ide, sumbang tenaga dari kita, oleh kita dan untuk kita (para ALUMNI MAGESA) sangat kita harapkan bersama... :).
Kata kunci: reuni akbar, ikatan alumni, sohan, reuni, tlogomas, magesa, ika man malang i, alumni, man malang i, bravo man malang i, munir, pengurus alumni, malang
***********************
MALANG TEMPOE DOELOE & MALANG 100 TAHUN LAGI
May 23, '09 12:35 AM;untuk semuanyaHari ini adalah hari ke-3 pergelaran besar MALANG TEMPOE DOELOE (MTD) dipajang dan digelar di sepanjang jalan Ijen kota Malang. Kegiatan tahunan Pemkot Malang yang kini (mungkin) sudah ke-empat kalinya ini dibuka sejak tanggal 21 Mei 2009 kemaren dan berakhir hari Minggu 24 Mei 2009 besok.
Tadi pagi, setelah saya mengantarkan anak saya yang sekolah di MIN Jalan Bandung, saya langsung melintasi areal pameran MTD dari arah Utara dengan menggunakan sepeda motor dan putar balik di ujung selatan jalan Ijen. Tampak di sepanjang jalan tersebut mulai di depan Und Corner sampai di ujung selatan Jalan Ijen didirikan stand-stand, warung tenda-warung tenda, kios-toko darurat serta terdapat juga beberapa panggung berukuran besar untuk menggelar aneka acara dan kesenian pada malam harinya.
Di samping itu, pada pertigaan-pertigaan, perempatan-perempatan, jalur putar balik di sepanjang jalan ijen tersebut juga dipajang foto-foto (poster) berukuran raksasa yang menggambarkan suasana kota Malang puluhan-ratusan tahun silam pada masa pra-kemerdekaan, foto-foto pahlawan perjuangan yang dulu memperjuangkan kemerdekaan ini di daerah Malang. Serta di sana-sini juga tak ketinggalan dipasang poster-poster, spanduk-spanduk dan umbul-umbul dari para sponsor yang mengiklankan produk dan jasa mereka.
Sesuai dengan nama dan tema-nya, maka yang ditonjolkan dari anjungan maupun penjaga dan juga (diharapkan) para pengunjung menggunakan asoseris dan pakaian temp dulu, walaupun faktanya tidak semuanya mampu dikemas dengan gaya dan asesoris jadul. Sebut saja misalnya makanan tempo dulu ‘Lupis’ yang dijual di pameran ini sudah menggunakan bungkus kertas minyak, bukan daun pisang. Demikian juga tenda-tenda yang didirikan oleh anjungan pemkot sendiri, yang semestinya bisa dari daun jerami/ tebu yang kering. Namun begitu, suasana tempoe doeloe masih sangat kental dapat dinikmati di area MTD ini.
Dari pamaeran kolosal di Kota Malang dengan pengunjung ratusan ribu orang (atau bahkan berjuta orang) ini yang dapat diambil pelajaran antara lain adalah bahwa Malang merupakan kota dengan jumlah penduduk yang sangat besar dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Kota Malang merupakan pasar yang menjanjikan untuk semua bidang usaha termasuk hiburan dan pariwisata. Warga Malang Raya diantara kesibukan dan kepenatan aktivitas setiap harinya haus akan hiburan yang kolosal seperti ini, sehingga apapun bentuk dan model kegiatan huburan/ pameran yang digarap secara besar-besaran hampir dapat dipastikan akan selalu dikunjungi oleh warga Malang. Belum lagi untuk MTD yang diselenggarakan oleh Pemerintahan Kota Malang dan digelar di Kawasan Elit dan Bersejarah yaitu di Jalan Ijen (jantung kota Malang).
Hanya saja, kapan ya Pameran yang menggambarkan kondisi Malang 10 tahun, 50 tahun, atau 100 tahun yang akan datang digagas dan digelar secara kolosal di Kota Malang?.
Pertanyaan ini cukup menggelitik sekaligus akan menjadi omong kosong jika dibiarkan berlalu begitu saja. Akan tetapi merupakan ide yang hebat dan futuristik jika kita sikapi, kita respon secara serius dan kita persiapkan dari sekarang. Angka pertumbuhan penduduk bisa dihitung, jumlah penduduk puluhan tahun yang akan datang bisa beprediksi, kebutuhan penduduk akan perumahan dan sebagainya bisa diperkirakan, peningkatan penguasaan teknologi oleh anak-anak dan warga kita bisa dibaca dari sekarang, jumlah dan bentuk akan kendaraan bermotor dan fasilitas pemerintahan dan hiburan masyarakat bisa dibayangkan, dan life style alias gaya hidup bisa bisa diteabak trend-nya dari dekade ke dekade. Maka, alangkah indahnya dan uniknya jika kajatan pagelaran Malang 100 tahun yang akan datang (Baca: MALANG 2110) bisa segera diwujudkan.
Kata kunci: kota malang, arema, pameran, munir, pariwisata, bisnis, malang tempoe doeloe
***************************
NGAJI VIA INTERNET
Jun 9, '09 8:18 PM;untuk semuanyaDAKWAH & NGAJI BARENG VIA INTERNET
[Penyadaran Religiusiatas dikemas dalam soal-jawab]
Muhamad Munir, ST.*)
Malang, 9 Juni 2009
Kenapa di internet perlu mengaji atau mempelajari agama?
Sebenarnya dimana saja mencari ilmu agama, mempelajari aqidah, fikih, akhlaq, sejarah, tasawuf Islam itu tetap diperlukan.
Mengapa?
Karena 1) Mencari ilmu itu kewajiban setiap pribadi muslim dan muslimah sepanjang hayat sejak dalam buaian hingga digeletakkan di liang pemakaman. 2) Mencari ilmu untuk menyempurnakan ibadah adalah keharusan, karena beribadah tanpa dasar ilmu hampir pasti tidak diterima. Ilmu adalah cahaya penerang untuk jalan yang akan dilaluinya. 3) Ilmu agama sangat perlu sebagaimana kita memandang perlunya ilmu-ilmu umum, dan dengan ilmu agamalah iman kita bisa semakin sempurna. 4) Jalan ilmu adalah jalan menuju surga, siapa orangnya yang tidak menginginkannya? Pastilah semua mendambakannya, utamanya bagi yang meyakini dunia hanya sebentar saja tapi kehidupan akhirat-lah yang abadi selamanya.
Sempatkah belajar agama via internet?
Sama persis seperti anda memperhatikan iklan yang muncul hampir di setiap halaman website yang anda buka. Demikian juga terhadap suguhan keagamaan (pelajaran/ kajian agama Islam) yang juga sudah tersedia banyak sekali di sana. Terhadap lintasan iklan maupun ajakan mengkaji agama ini, kita (hendaknya) bisa bersikap seimbang, kita bisa mampir untuk mengetahui kedalaman dan fitur-fiturnya (baik iklan maupun kajian keislaman tersebut. Open your mind, you will find.
Udahlah, apa sih perlunya dogma agama?, itu untuk anak-anak pesantren saja, atau nanti saja kalau kita sudah tua kita akan tekun beribadah.
Eits!, jangan salah bro. agama adalah jalan hidup yang meng-connect-sikan dirimu dengan Yang Menciptakan dirimu. Laksana dikau gak akan pernah sampai di warnet sekarang ini jika tidak dikau lalui jalan sepanjang rumah hingga warnet tempat dikau biasa browsing atau chatting ini. Atau, dikau tak akan tersambung ke jaringan internet jika instalsasi modem-mu not connected, ya nggak, coy. Oops! Sorry nggak bermaksud menggurui, hanya pengen berbagi.
Trus?
Maksudnya terus apa ‘trust’?. Terus begini: agama adalah kebutuhan mendasar setiap pribadi beriman, baik laki-laki maupun perempuan. Tanpa agama (tanpa keimanan di dalam dada dan amal kebagusan) kita gak ada nilainya di hadapan Allah swt. Bahkan, kata Allah sih kita lebih rendah daripada binatang ternak. (hiii, ngeriii!!!). He-eh, kita manusia ini sudah diciptakan oleh Allah dalam bentuk (ukuran proporsional, fungsi-fungsi komplit, bagian-bagian sangat lengkap, berakal, bernyawa, berpikir, merasa, pokoknya komplit-plit-plit) yang sebaik-baiknya, bahkan dibandingkan malaikat pun kita diciptakan-Nya lebih sempurna lho.
Karena agama kebutuhan setiap pribadi, sudah barang tentu bukan milik anak-anak pesantren saja, kita pun mesti andil di dalamnya. Ya, sebagaimana makanan pokok yang kita santap setiap hari-lah, itu adalah kebutuhan kita sejak kecil hingga ajal menjemput kita. Artinya tidak harus menunggu hari tua. Lha iya kalau kita kebagian jatah panjang umur, lha kalau sebaliknya kita di-dok oleh Allah dikasih jatah belasan, likuran (duh, opo likuran iku?, dua puluhan yo) atau tiga puluhan tahun, maka habislah kita. Belum sempat beribadah, belum sempat bertobat e-eh ternyata keburu dijemput malaikat. Nyesel dech jadinya. Kacian deh lo!.
Trus?, terus harus ‘trust’, harus yakin dan percaya, kita harus beriman kepada Allah dan adanya hari akhir, serta mengimani ke-empat rukun iman yang lainnya. Kita imani Allah dengan kemantapan aqidah (dalam hati kita) dengan menyatakan pengakuan tiada tuhan selain Allah (ber-syahadat dengan lesan kita), dan dengan bukti nyata amal ibadah (dengan anggota tubuh kita).
Kalau situ, kenapa dakwah via internet?, mana ada yang merhatiin?
Ada. Saya yakin ada. Bahkan mungkin banyak sekali. Sebut saja misalnya di jejaring sosial yang dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun sudah menjadi trend (booming) belakangan ini yaitu FACEBOOK (baca: fesbuk) atau fb, belum lagi Frendster, Yahoo, Google, Wordpress, Blogger, Multiplay dan masih banyak lagi (Indonesia mestinya juga harus bisa buat sendiri misalnya ‘PAGUYUBAN’ atau apalah namanya). Misalkan untuk FB ini anggotanya untuk Indonesia saja sudah lebih dari sejuta orang, belum lagi dari negara lain yang lebih dari 100 negara.
Emang bisa mereka semua baca?
Kalau yang namanya bisa internetan, bisa fb otomatis bisa baca. Gak tau kalau yang memakai huruf braille (belum ada ya situs internet/ komputer dg huruf braille?)
Walah, maksudku baca dakwahmu iku lho?
Iya-iya, sebenarnya aq ngerti sih yang kamu maksudkan. Kalo misalnya sejuta orang yang akan membacanya itu sih tergantung apakah dakwah kita itu diiklankan yang bertarif di fesbuk 100 rupiah setiap ada orang nge-klik, atau lewat jejaring teman ke teman yang gratis itu. Kalau yang gratis ya tergantung seberapa banyak jumlah teman yang punya ‘care’ untuk mau membaca file dakwah itu.
Jadi?
Karena sudah banyak jejaring sosial, ya kita manfaatkan semuanya itu. Kita sebarkan vitamin sadar beragama dimana-mana sambil berharap ridha dan hidayah dari Allah swt.
Iyo wis, semoga Allah memberi jalan kemudahan bagimu, bagi kita semua.
Insya-Allah.
*) Penulis adalah Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, Landungsari Dau Malang.
email: emmun_sim22@yahoo.com.Kata kunci: internet, belajar agama, dakwah, munir, ngaji, malang, santri
===================--===============




0 komentar:
Posting Komentar