Ads 468x60px

BEST SELLER |**Les Privat Desain Grafis (Coreldraw & Photoshop) 8xPertemuan @90 menit Hanya 500.000,- **Les Privat Ms.Office Tingkat Mahir 6x Pertemuan Hanya 650.000,- (12xPertm Rp 1.000.000,-) **Pendaftaran Rp. 100,000 **Telpon/ SMS Sekarang juga ke 083 848 157 399.

17 Juli 2012

MARI BERSAMA MENATA NIAT DALAM BERIBADAH

MENATA NIAT dlm IBADAH

Oleh : Muhamad Munir *), ditulis pada 25 Agustus 2008 **)



Untuk apa ibadah dikerjakan?
Niat adalah kemantapan hati yang didukung oleh ungkapan lesan dan dibuktikan dengan perbuatan. Menata Niat maksudnya kita dalam beribadah harus melururuskan tujuan ibadah kita yaitu untuk:
(a)    Mengharapkan ridho dari Allah swt,
(b)   Untuk bertaubat memohon ampun kepada Allah-bagi yang bergelimang dosa dan kemaksiatan dan sering meninggalkan perintah Allah,
(c)    Untuk menjalankan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah
(d)   Untuk mendapatkan petunjuk dan
kemudahan dari Allah dalam setiap ikhtiar dan usaha pekerjaan kita,
(e)    Supaya ibadah kita diterima dan mendapatkan pahala di akhirat kelak.

Mengapa kita harus menata niatan seperti itu?
Karena kalau tidak kita fokuskan pada tujuan tujuan tersebut, pikiran atau perhatian kita akan ‘ngelantur’ alias ‘mlarah’ kemana-mana, mengikuti suasana sebelum aktifitas ibadah kita atau mengikuti situasi di sekitar kit beribadah. Dan lebih parah lagi, jika ibadah kita bukan bertujuan Lillahi ta’alaa (karena Allah ta’alaa), melainkan untuk tujuan lainnya seperti untuk nampang/ mejeng saja (sekedar tampil di khalayak orang banyak), untuk pamer diri supaya dianggap orang sebagai orang yang rajin beribadah, hanya sum’ah/ untuk diperedengarkan kepada orang lian saja, ingin disebut sebagai orang alim, supaya dinilai orang lain (calon istri, calon mertua, pimpinan, teman sejawat) sebagai orang yang rajin beribadah, dan sebagainya-dan sebagainya.


Kalau sudah demikian tujuan ibadahnya, maka dia tidak mendapatkan pahala dan ridha Allah swt, dan bahkan akan celaka orang yang ibadahnya suka pamer seperti itu. 

Maka di sinilah perlunya pemahaman, kesadaran dan penerapan menata niatan yang baik yang bermuara pada “Hanya Untuk Allah swt”.
Hal ini seperti yang saben waktu kita ucapkan di dalam Shoalt kita:
“Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’iin”
Artinya: “Hanya kepadamu yaa Allah kami beribadah dan hanya kepadamu Yaa Allah, kami meminta” (QS. Al-Faatihah :4).
Hal ini sesuai dengan Sabda Rosulullah saw….[1]
 
Artinya: Dari sahabat AlQomah bin Waqqosh al-La’its berkata saya mendengar sahabat Umar ra berkata di atas mimbar, Aku Mendengar Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya sahnya semua amal itu harus disertai niat. Dan segala sesuatu itu tergantung dari apa yang diniatkannya. Maka barang siapa yang berhijrah karena hendak mengharapkan dunia atau seorang perempuan untuk dinikahinya , maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diharapkannya itu
(HR. Bukhari dan Muslim).
Maka dari itulah kita perlu meluruskan niat kita untuk menggapai ridho Allah swt (Lillahi Ta’ala).

Karena hanya dengan niat yang lurus yang lilahi ta’aala sajalah yang insya-Allah akan mendapatkan pahala dan tidak akan sia-sia.

Kenapa kita mesti menata niat?
Karena dalam diri manusia ada nafsu. Sedangkan sifat nafsu adalah cenderung membawa kita, mendorong dan menjerumuskan kita kepada kejelakan. Terhadap niatan dalam beribadah, tentu nafsu ingin mempengaruhinya, yakni dengan menampilkan diri bahwa ibadah itu untuk mendapatkan pujian dari orang tua kita, atau dari teman-teman kita, atau dari guru kita, atau dari teman/ kekasih kita, atau dari pimpinan kita, atau dari dari atasan kita, atau dari murid-murid maupun santri kita dsb. Pendek kata, niatan ibadah tidak murni untuk Allah Subhanahu wa ta’alaa. Akibatnya ibadah yang niatnya telah terkotori hawa nafsu seerti ini tidak akan mendapatkan pahala dari Allah swt, sebaliknya hanya capek dan lelah saja. Dia akan kecewa dan menyesal nantinya, ketika semua amal ibadahnya ketika hidup di dunia ini dihisab (dihitung) dan ditimbang oleh Allah, ia mendapati pahala dari amal ibadahnya nilainya Nol belaka dan ketika diklarifikasi kepada Allah swt, maka dijawab oleh Allah bahwa apa yang dilakukannya dahulu tidak untuk Allah melaikan hanya ingin mendapatkan pujian dari manusia.
Coba kita bayangkan, betapa sedihnya kala itu kita pasti kecewa dan menyesal. Mengingat ketika tiba hari perhitungan amal (hari akhirat), maka tidak ada lagi kesempatan untuk kembali ke dunia untuk beramal dan berbuat baik, semuanya sudah terlambat. Akhirat untuk menerima balasan (pahala surga atau siksa neraka) atas semua amal perbuatan kita ketika hidup di dunia ini. Dunia inilah ladang untuk menanam amal kebaikan, dan akhirat adalah waktu memanen/ menuainya.
Maka hendaknya kita pun mau mengerti, memahami dan menyadari hal ini. Supaya kita tidak menyia-nyiakan kesempatan (umur, kesehatan, kesempatan, kekuatan, kemudahan, dlsb) yang diberikan oleh Allah kepada kita ini.
Kita ingat kembali tujuan ibadah kita (bahkan semua perbuatan kita) kita peruntukkan atau kita persembahkan hanya untuk Allah swt semata.

Hal ini juga senantiasa kita ikrarkan di dalam sholat kita, yang kita ucapkan setelah Takbirotul Ikrom yakni dalam bacaan ‘Do’a Iftitah’,
“Inna Sholatii wa nusukii wamahyayaa wamamaati lillahi Robbil ‘aalamiin”
Artinya | Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untu Allah Tuhan pemelihara alam semesta.

Berbuat kebaikan adalah keniscayaan. Karena kita telah diingatkan oleh Rosulullah saw, agar kita menggunakan kesempatan dan fasilitas yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita mumpung kita masih sempat. Atau bahasa bisnisnya, jangan buang-buang waktu, gunakan waktu seefisien dan seefektif mungkin. Waktu adalah uang (baca: waktu adalah ibadah) jangan pernah terbuang, lewat begitu saja. Karena detik demi detik, menit demi menit yang kita manfaatkan selama ini sejalan dengan helaan nafas dan detak jantung kita semua mesti akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Penghulu Agung, Sang Khaliq, Allah swt.

Lihatlah pada diri kita. Kalau perlu pejamkan mata kita. Kita raba dan kita rasakan, apakah kita masih bernafas? Masih. Apakah kita masih bisa berjalan, masih sehat? Masih. Apakah kita masih bisa melihat dengan jelas, tidak buta? Masih. Apakah di saku kita atau di rumah kita masih punya uang atau harta?Masih. Apakah kita masih sempat berjalan-jalan di depan rumah kita?Masih. Sobat, ternyata kita masih dikarunia nikmat yang lengkap dan utuh. Jangan lengah, jangan sembrono karena semua nikmat itu akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah swt.

Kita masih hidup, belum mati. Kita masih sehat, belum jatuh sakit. Kita masih muda, belum jadi renta. Kita masih kaya, belum jatuh miskin. Kita masih sempat, tidak dalam kesempitan. So what?, so mari kita gunakan semua karunia itu untuk mengbdikan diri kepada Allah, untuk beribadah kepada Allah. Ingat ibadah bukan hanya sholat, puasa, zakat, baca al-Qur’an atau haji saja, bukan. Meskipun yang tersebut adalah ibadan-ibadan yang pokok. Tetapi ibadah itu luas sekali cakupannya. Semua yang kelihatannya aktifitas duniawi, pekerjaan kita sehari-hari ini, mencari nafkah sehari-hari ini adalah bernilai ibadah, jika dan hanya jika hal itu tidak bertentangan dengan syariat Allah dan Rosulullah, dan semua amal/ pekerjaan itu akan kita temui pahalanya jika dan hanya jika hal itu kita niatkan untuk mencari keridho’an dari Allah swt.
------------------------.
*) Penulis adalah Takmir Masjid Nurul Huda, Landungsari dan Pengurus MWC NU Kecamatan Dau.
**) Tulisan disempurnakan pada 17 Juli 2012


[1] Dalam Terjemah Kitab Fathul Barii’ Hadits Nomor 1

0 komentar:

Posting Komentar

 

IKLAN ANDA

AFIDA Bimbel ANAK SHOLEH-SHOLEHAH

Kami merima les privat Semua Mata Pelajaran untuk SD-MI SMP-MTs areal Malang Kota, Singosari, Dinoyo, Sengkaling dan Karangploso.

Spesialisasi BAHASA INGGRIS, IPA, MATEMATIKA, BAHASA ARAB dan BACA AL-QURAN.

Biaya cukup murah, Hanya 25Rb/Pertemuan (1,5-2 jam)

Bapak/Ibu Minat, Hubungi 085 646 723 250 (Afida)


SPACE IKLAN ANDA

Hanya 25.000/BULAN (Promo s/d Maret 2014) Call/sms now 083 848 157 399

INTERNET itu MUDAH

LES PRIVAT KOMPUTER SEGALA USIA

LBB SIMETRIKA-22 | 083848157399 | 0341-5376622

| Paket Anak2 | Paket Lansia | Paket Executive | Paket Pedagang | Paket Pengusaha | Paket Kilat | Paket Buat Toko Online | Paket Internet Macam2 | Paket Komputer Pemula | Paket Mahasiswa | Paket SD-SMP-SMA |

Alamat : Jl. Tirto Taruno 22A Landungsari Dau Malang - www.the-egd.blogspot.com emmun_sim22@yahoo.com