FIQIH PUASA ROMADHON
FIQIH dan KEUTAMAANPUASA ROMADHON
Muhamad Munir; 250808; 010908; 080809.
DASAR KEWAJIBAN PUASA ROMADHON
(a)Al Quran (QS. Al-Baqoroh : 183)
(b)Hadits Nabi (Hadits nabi tentang kewajiban berpuasa ketika melihat hilal dan kewajiban berbuka atau berhari raya ketika melihat hilal)
NAMA-NAMA LAIN BULAN ROMADHON
(a)Bulan Maghfiroh (bulan penuh pengampunan)
(b)Bulan Tarbiyah (bulan pendidikan, pembinaan mental spiritual)
(c)Bulan Rahmat (bulan penuh rahmat atau kasih sayang dari Allah)
(d)Bulan Solidaritas (bulan si kaya merasakan
lapar seperti biasa di rasakan orang miskin, bulan yang kaya harus berbagi dengan zakatnya, bulan kepedulian social)
(e)Bulan Introspeksi (bulan, semestinya setiap orang mukmin mengoreksi ibadahnya dari waktu ke waktu dan menguji dirinya mampukah ia berpuasa yang hanya mulai subuh hingga maghrib, biasakah ia melihat perubahan menuju kebaikan dari romadhon-romadhon sebelumnya)
SYARAT WAJIB PUASA
(a)Islam
(b)Baligh
(c)Sehat Jasmani dan Rohani
(d)Bermukim (tidak sedang dalam perjalanan)
(e)Tidak sedang haid.
(f)Tidak dalam usia lansia yang kepayahan jika berpuasa.
RUKUN PUASA
(a)Niat, Menurut Imam Syafi’i wajib diniatkan setiap hari sebelum terbit fajar, untuk itu menjadi tradisi yang baik, ketika sehabis sholat witir setelah berdo’a Imam Shoalt dan Jamaah melafalkan niat ini bersama-sama dan menguatkan di dalam hatinya. Sementara Ulama juga membolehkan Menjamak niat itu untuk seluruh ahari-hari bulan Ramadhan, sehingga ketika kita terlupa maka puasa kita masih tetap sah.
(b)Menjaga diri dari makan dan minum dan berhubungan suami-istri mulai terbit fajar hingga maghrib tiba.
KESUNAHAN-KESUNAHAN (ETIKA) SELAMA BERPUASA
(a)Mengakhirkan Makan Sahur
(b)Mensegerakan Berbuka Puasa
(c)Berbuka dengan yang 3 butir kurma, atau dengan seteguk air, atau dengan minuman yang manis-manis.
(d)Berdoa ketika berbuka puasa
(e)Banyak membaca al-Quran
(f)Menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia,
(g)Bermanis muka, bersenyum dan Banyak bersedekah
(h)Menjaga diri dari hal-hal yang dapat menghilangkan pahala berpuasa, seperti bertengkar, berkelahi, berteriak-teriak, ngomongin hal-hal yang tabu maupun yang jorok, mengadu domba, berdusata, bersumpah dan janji palsu, membicarakan kejelekan orang lain, memandang dengan syahwat.
YANG MAKRUH DILAKUKAN SELAMA BERPUASA
(a)Banyak bicara yang tidak perlu
(b)Banyak tidur
(c)Sering berkumur
(d)Menelan ludah dengan mengumpulkan terlebih dulu dalam mulut.
(e)Banyak menonton televisi
(f)Ke Warnet, untuk chating dan hal-hal lain yang kurang bermanfaan.
YANG DILARANG/ DIHARAMKAN SELAMA BERPUASA
Puasanya tetap sah, tetapi pahala puasanya bis hilang, puasanya menjadi sia-sia belakan jika diantara kita melakukan hal-hal berikut:
(a)Berdusta
(b)Bersumpah atau berjanji palsu
(c)Bertengkar / berkelahi / marah-marah.
(d)Menggunjing/ membicarakan kekurangan atau kejelekan orang lain, jika orang lain itu mendengarnya ia akan marah atau tersinggung.
(e)Memandang sesuatu yang diharamkan dengan nafsu syahwat.
(f)Mengadu Domba
(g)Berkata-kata kotor, jorok, tabu dan berteriak-teriak yang tiada guna.
FILOSOFI NILAI IBADAH PUASA
(a)Sebagai Rasa syukur atas nikmat hidup, sehat, merdeka, sejahtera
(b)Puasa adalah kebutuhan kita (untuk pembersih segala noda khilaf dan dosa, untuk bertaubat kepada Allah, untuk menjaga kesehatan dengan memberi kesempatan istarahat lebih banyak kepada lambung kita)
(c)Puasa adalah Media Mendedatkan diri menuju Allah (Dengan berpuasa kita menahan nafsu, dan mengisinya dengan amalan-amalan sunnah yang diridhai Allah swt. Sedangkan menurut Firman Allah dalam Hadits Qudsi, Allah berfirman : “Puasa itu untuk Aku, dan Aku sendirilah yang akan memberikan pahalanya”)
(d)Puasa sebagai ujian dari Allah (apakah manusia bisa sabar dengan menjaga hawa nafsunya, apakah manusia bisa memenuhi perintah Tuhannya)
(e)Puasa adalah tangga menuju taqwa (“….La’allakum Tattaquun”, QS. Al-Baqoroh 183)
(f)Puasa adalah jembatan menuju kemulyaan (“….Inna Akromakum Indallohi Atqookum”QS. At-Tahrim :…)
(g)Puasa adalah Jalan Lurus menuju surga (“…. Wa saari’u Ilaa Maghfirim Mirrobikum, Wajannatin ardhuhas samaawati wal ardhi ‘u’iidad Lil Muttaqiin…)”
FADHILAH PUASA
(a)Puasa sebagai perisai dari api neraka
(b)Puasa sebagai tabir untuk menolak ajakan maksiat
(c)Puasa sebagai penawar atau pengendali hawa nafsu
(d)Puasa itu menyehatkan
(e)Puasa itu membuat orang menjadi taqwa, dan taqwa itu menuju kemulyaan yang diridhai Allah
(M. Munir, Ketua Takmir Masjid Nurul Huda-Landungsari, email: emmun_sim22@yahoo.com)
-= Semoga bermanfaat.=-




0 komentar:
Posting Komentar